“Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa! Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu. Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan, haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun. Haruslah juga engkau mengikatkannya sebagai tanda pada tanganmu dan haruslah itu menjadi lambang di dahimu,dan haruslah engkau menuliskannya pada tiang pintu rumahmu dan pada pintu gerbangmu.”
Ulangan 6:4-9
Saudara yang terkasih, betapa pentingnya sebuah keluarga dalam kehidupan kita. Tuhan sendiri melihat betapa pentingnya keluarga itu karena keluarga adalah komunitas pertama yang Tuhan bangun. Oleh karena itu, kita harus menjadikan keluarga kita sebagai altar doa bagi Tuhan, dimana setiap anggota keluarga bersehati membangun mezbah setiap hari. Inilah yang sudah dilakukan oleh gereja kita dimana setiap hari kita adakan mezbah keluarga. Saudara, saat kita bangun dan akan memulai hari kita dengan berbagai aktifitas dan bahkan ketika kita akan mengakhiri aktifitas kita di hari ini, kita harus memulai dan mengakhirinya dengan mezbah doa bersama keluarga kita dimana kita bersama memuji Tuhan, menyembah, berdoa dan merenungkan kebenaran Firman Tuhan bersama. Saudara yang terkasih, untuk membangun mezbah dalam rumah tangga kita atau keluarga kita, harus di mulai dengan hati yang rindu dan haus akan Tuhan dan inilah yang akan menarik Hadirat Tuhan masuk dalam rumah tangga kita atau keluarga kita. Jika Hadirat Tuhan hadir, maka mujizat dan perkenanan Tuhanpun akan kita lihat dan rasakan; yang sakit menjadi sembuh, yang susah menjadi penuh suka cita, yang lemah menjadi kuat, yang berkekurangan menjadi berkelimpahan, dan keluarga akan diberkati. Saudara yang terkasih, ketika kita membangun mezbah dalam keluarga kita maka kita sedang membangun juga prinsip-prinsip Firman Allah dalam kehidupan keluarga kita seperti, cinta kasih akan Tuhan dan sesama, kesetiaan, pengampunan. Seiring berjalannya waktu ketika dalam keluarga selalu merenungkan dan memperkatakan Firman dan dalam keluarga ada teladan iman maka kita sedang mengajari mereka untuk hidup bergantung sepenuhnya kepada Tuhan, dimulai dari diri kita sebagai orang tua, istri, dan juga anak. Ketika kita membangun mezbah keluarga,maka kita sedang mengajari keluarga kita untuk belajar melayani Tuhan. Yang kita lakukan bukan hanya ketika kita di gereja saja namun juga dalam keluarga kitapun kita belajar untuk melayani seperti dengan doa bersama, kita sedang mengajari anak kita untuk suka dan bisa berdoa bagi dirinya, papanya, mamanya, kakaknya bahkan mendoakan orang lain yang Tuhan taruh dihatinya, dan kita akan belajar melayani sebagai sesama anggota keluarga yang juga akan membentuk kita agar mempunyai hati yang melayani sebagai seorang hamba yang saling mengasihi karena kasih harus menjadi landasan dalam sebuah keluarga yaitu Kasih Kristus dan kita harus benar benar hidup dalam kasihNya yang akan mengajarkan kita untuk saling mengampuni dan pengampunan diajarkan dan dimulai dari dalam keluarga. Saudara yang terkasih, ketika mezbah keluarga terus dibangun dan semakin kokoh di dalam kehidupan keluarga kita maka kita akan belajar hidup dalam kasih dan berbuat atau berbagi kasih. Inilah yang akan menjadi sebuah kesaksian dimana setiap keluarga mengalami Tuhan dan merasakan Kasih Tuhan dan orang yang ada disekitar kehidupan kita juga akan melihat dan merasakan kasih yang luar biasa yang dari Tuhan dalam kehidupan mereka. Saudara yang terkasih, membangun mezbah keluarga sangatlah penting karena karena itu akan mengajarkan keluarga kita banyak hal tentang cinta akan Tuhan dan sesama.
Tuhan Yesus memberkati.
POKOK DOA SYAFAAT:
Berdoa bagi kita dan keluarga kita dan jemaat Tuhan agar di dalam setiap keluarga ada mezbah keluarga.
– Ps. Bismarck Ian –
